backgroud
logo

OPINI

 

Alasan Munculnya Rektor Aklamasi di Unpad

Alasan Munculnya Rektor Aklamasi di Unpad

 
Alasan Munculnya Rektor Aklamasi di Unpad
Prof Rina dilantik menjadi Rektor Unpad periode 2019-2024. (unpad.ac.id)
WJtoday
Selasa, 8 Oktober 2019 | 05:15 WIB
REKTOR Aklamasi, begitu sebutannya menguak di media sosial setelah Prof Dr Rina Indiastuti SE MSie dilantik Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Padjadjaran (Unpad) mejadi Rektor Unpad periode 2019-2024 di Gedung Grha Sanusi, Kampus Unpad, Jalan Dipatiukur Kota Bandung, 7 Oktober 2019. 

Menjadikan Prof Rina sebagai rektor pertama di Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) dengan proses pemilihan melalui aklamasi.

Pada kesempatan tersebut, Ketua MWA Unpad,   Rudiantara mengungkapkan bahwa proses pemilihan rektor Unpad secara aklamasi telah mencerminkan suasana kebersamaann. Proses pemilihan merupakan proses transparan, akuntabel, dan adil bagi seluruh pemangku kepentingan Universitas Padjadjaran.

Dikatakan Rudiantara, para Calon Rektor merupakan putra-putri terbaik Unpad. Dalam proses pemilihan pun tidak ada saling kompetisi atau menjegal, melainkan dapat saling melengkapi satu sama lain. Program para Calon Rektor juga dinilai sangat baik.

“Saya menanyakan langsung kepada calon-calon yang lain, apakah programnya yang bagus boleh  diadopsi oleh Rektor yang nanti dipilih? semua menjawab ‘ya’. Apakah kalau tidak dipilih mau menjadi tim dari Rektor yang dipilih? Semua mengatakan ‘ya’. Inilah ciri khas kita orang Sunda, Pasundan, guyub,” ujar Rudiantara dikutip dari situs unpad.ac.id.

Menurut Rudiantara, sikap hare-hare atau masing-masing sebaiknya dihilangkan. “Kita begini karena kita adalah Unpad,” ujar Rudiantara.

Rudiantara pun mengajak semangat kebersaman bahwa Unpad bukan hanya untuk intern Unpad, melainkan bagian dari Jawa Barat dan Indonesia. Dalam program-program Rektor ke depan, MWA pun akan turut mengiringi menjadikan Unpad lebih baik di mata dunia.

Sementara itu, saya mencoba berbicara dengan salah satu anggota MWA dan bertanya terkait proses aklamasi itu seperti apa?

“Sebelum proses aklamasi terjadi, mengerecut ke 3 nama, setelah pemaparan dari Assesment Center Indonesia PT Telkom (manajerial), BNPT, dan Komnas HAM, calrek menjadi Bu Keri (Lestari), Bu Rina, dan Pak Arief (Sjamsulaksan Kartasasmita). Poin tertinggi di uji manajerial termasuk paparan program paling lengkap dan bagus bukan berasal dari Bu Rina. Kemudian dibahas hasil popularitas dan senat sebelumnya yang mengerucut ke Bu Rina. Disitulah mufakat ke Bu Rina dimulai dimusyawarahkan.” ujar anggota MWA yang enggan disebutkan namanya.

Dari 6 calon, mengerucut 3 calon. Kemudian tanpa penilaian terlebih dahulu mana dari ketiga calon rektor yang memiliki kompetensi terbaik, tiba-tiba disepakati satu orang. Padahal lembar penilaian MWA sudah disiapkan.

Kemudian, terpilihlah Prof Rina secara aklamasi. Tentunya memunculkan kekecewaaan dari pendukung calrek lainnya. Membuat rencana pengembangan Unpad setiap calrek sejak pendaftaran calrek hingga pemaparan MWA seolah-olah hanyalah isapan jempol belaka. Sangat disayangkan, mekanisme pemilihan rektor seperti sudah dirancang siapa yang akan menjadi rektor dari awal proses pemilihan. Dan playmaker pilrek ini telah sukses menjalankannya.

Berdasarkan penelusuran di lapangan bisa ditarik kesimpulan ada 7 hal yang memungkinkan menjadi alasan mengapa “Rektor Aklamasi” terjadi dengan suara yang bulat di MWA.

1. Gelar Guru Besar/Profesor
2. Senioritas dan pengalaman di tingkat kementerian
3. Dianggap bisa mengayomi dan merangkul semua program
4. Calrek lain berkomitmen saling bantu untuk Unpad Hiji, program bisa diserahkan kepada rektor terpilih
5. Meraih Top WCU 500, pekerjaan berat dalam kondisi keuangan unpad saat ini
6. Kekhawatiran voting 2 putaran, karena draw seperti di Universitas Indonesia
7. MWA bersatu demi kebersamaan Unpad ngahiji, keputusan MWA final

Aklamasi tentu saja dapat memberi kesan subjektif 'titipan' dan berkesan kurang fair serta takut 'menerima kenyataan kalah'. Kondisi yang akan datang semoga aklamasi tidak menjadi 'tradisi' yang dianggap sebagai cara terbaik dan efektif.

Tapi pelantikan telah dilakukan. Semoga Unpad semakin maju dan bisa mencapai Top 500 WCU. (sumber: nazroel.id) ***

Nasrul Wathoni PhD Apt
Dosen Fakultas Farmasi Unpad

WJT / dms

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya