backgroud
logo

Buletin

 

Terkendala Teknis di Bandara, 68 Warga Jabar Batal Pulang dari Papua

Terkendala Teknis di Bandara, 68 Warga Jabar Batal Pulang dari Papua

 
Terkendala Teknis di Bandara, 68 Warga Jabar Batal Pulang dari Papua
Sejumlah warga Jabar di Papua menunggu dipulangkan ke daerahnya masing-masing.. (istimewa/humas pemprov jabar)
WJtoday
Selasa, 8 Oktober 2019 | 16:59 WIB
WJtoday, Bandung - Pemulangan 68 warga Jabar yang terjebak konflik di sejumlah wilayah di Papua, urung dilakukan Selasa (6/10/2019) ini.

Pemulangan para pengungsi dari Wamena, Papua, ke Jabar tersebut mundur sehari menjadi pada Rabu (9/10/2019). 

Wakil Ketua Jabar Quick Response (JQR), Mochammad Hanief menyebutkan, kendala teknis tersebut terjadi di bandara, sehingga semua jadwal penerbangan ke Jakarta terganggu.

"Pemulangan warga Jawa Barat dari Papua akan diundur jadi hari Rabu 9 Oktober 2019 karena ada kendala teknis di bandara, sehingga semua penerbangan ke Jakarta terganggu jadwalnya," ungkap Hanief, Senin (7/10/2019? malam.

Hanief mengatakan, pemulangan warga Jabar tersebut didasarkan pada skala prioritas yang memiliki unsur kedaruratan. Pihaknya harus hati-hati memulangkan warga, jangan sampai ada kesan eksodus demi menjaga keamananan.

"Warga yang akan pulang ini bersama kami masih dengan Paguyuban Sunda Ngumbara yang menampung di Sentani. Penerbangan akan dilakukan dari Jayapura karena kalau di Sentani susah. Kami mau pesan tiket saja tidak ada, susah," katanya.

Warga yang dipulangkan ini, katanya, sebagian mengalami sakit ringan seperti batuk dan flu. Namun mereka membutuhkan penanganan psikologis karena beberapa di antaranya mengalami trauma dan rumahnya terbakar.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Jabar Barnas Adjidin mengatakan, keberangkatan warga dari Papua pun kembali dijadwalkan pada pukul 07.00 WIT dan diperkirakan tiba di Bandara Soekarno Hatta di Cengkareng Jakarta pukul 10.00 WIB.

"Sebelumnya ada masalah dalam pemesanan tiket, sekarang sudah clear berangkat Rabu. Kemudian akan diterima Gubernur Jabar di Gedung Pakuan sekitar pukul 19.00," kata Barnas, Selasa (8/10/2019).

Selanjutnya, kata Barnas, mereka akan diantar oleh pemerintah kabupaten dan kota menuju keluarganya di daerah masing-masing.

Menurut Barnas, Penjabat (Pj) Sekda Jabar telah menyurati bupati dan wali kota soal pegundura kepulangan warganya tersebut dari Wamena. Pemerintah daerah, katanya, sudah diminta untuk menjemput dan mengantar sampai keluarganya di daerahnya masing-masing.

Pemulangan terhadap puluhan warga Jabar sendiri menjadi bagian dari tugas Pemprov melalui Dinas Sosial dan JQR untuk membantu pemerintah pusat dalam mengatasi masalah sosial dan kemanusiaan.

Pemulangan 68 warga Jabar tersebut rencananya dilakukan dalam satu kloter dengan bantuan biaya dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jabar dan Daarut Tauhid (DT) Peduli.

Berdasarkan data Dinsos Jabar di Papua per 6 Oktober 2019, terdapat 68 warga yang memilih pulang. Dengan rincian warga Kabupaten Garut sebanyak 18 orang, Majalengka (2 orang), Kabupaten Sukabumi (7), Kota Bandung (4), Kabupaten Bandung (4), Kuningan (2), Kabupaten  Tasikmalaya (5), Sumedang (8), Subang (8), Purwakarta (3), Kota Bogor (4), dan Indramayu (3).

Ke-68 warga tersebut merupakan bagian dari total 1.000 lebih warga Jabar yang ada di Papua. Mereka memiliki beragam pekerjaan, mulai dari PNS, TNI/Polri, pedagang, hingga sopir. 

Mayoritas warga yang bertahan baik di Kota Wamena maupun daerah Papua lainnya mengikuti imbauan Presiden Joko Widodo unutk tidak eksodus keluar Wamena. ***

WJT / dms

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya