backgroud
logo

Buletin

 

Bandung Kota Termacet, Wagub: Pemprov Akan Bantu Cari Solusi

Bandung Kota Termacet, Wagub: Pemprov Akan Bantu Cari Solusi

 
Bandung Kota Termacet, Wagub: Pemprov Akan Bantu Cari Solusi
Bandung Kota Termacet, Wagub: Pemprov Akan Bantu Cari Solusi. (pam/WJtoday)
WJtoday
Selasa, 8 Oktober 2019 | 21:48 WIB
WJtoday, Bandung - Beberapa waktu lalu  Bandung mendapat label kota termacet se-Indonesia atau peringkat ke-14 termacet se-Asia berdasarkan survei yang dilakukan oleh Asian Development Bank (ADB), mengalahkan Jakarta dan Surabaya.

Rilis survei Update of the Asian Development Outlook edisi September 2019, dari 24 kota termacet di dunia, Kota Bandung menduduki peringkat ke-14; Jakarta, 17; dan Surabaya, 20.

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum menyebut hasil survei tersebut  perlu ditanggapi serius oleh semua pihak. Hal ini penting untuk mencari solusi terbaik agar transportasi di Bandung ramah terhadap pengguna jalan.

Uu mengutarakan walaupun masalah kemacetan sebenarnya klasik terjadi di setiap perkotaan, termasuk di Bandung, pemerintah perlu mencari solusinya. Pemprov Jabar pun ikut turun tangan lantaran tidak semua jalan di Bandung adalah jalan kota.

"Upaya kami untuk mengurai kemacetan di Kota Bandung, salah satunya sepakat untuk membuat jalan layang di tengah kota yang akan tembus ke Kota Bandung dan Kabupaten Bandung," ujar Uu kepada awak media di Kampus UPI, Kota Bandung, Selasa (8/10/2019).

Pembangunan jembatan layang menurut wagub  sebenarnya bisa jadi solusi sementara walaupun memang belum bisa optimal menyelesaikan masalah kemacetan dalam jangka panjang. Tapi, pemerintah harus membuat tindakan nyata untuk mengurai kemacetan.


"Jadi kan memang harus ada sebuah keputusan. Jangan sampai pemerintah tahu ada daerah macet tapi diam saja. Pemprov dan pemerintah makanya berupaya, tapi tetap harus ada kerja sama dari semua daerah," terangnya.

Upaya lain yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong penggunaan transportasi massal di Kota Bandung. Dia menilai, selama ini transportasi massal belum maksimal digunakan. Hal itu tak lepas dari kurang kurangnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan angkutan umum.

"Tapi solusi jangan hanya diserahkan ke kami. Masyarakat pun harus ada kesadaran untuk menggunakan transportasi massal. Kalau hanya sanksi dan anggaran dari kami, tak akan efektif," pungkasnya. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya