backgroud
logo

Buletin

 

Kasus Gratifikasi Eks Bupati Bogor,KPK Periksa Direktur RSUD Cileungsi

Kasus Gratifikasi Eks Bupati Bogor,KPK Periksa Direktur RSUD Cileungsi

 
Kasus Gratifikasi Eks Bupati Bogor,KPK Periksa Direktur RSUD Cileungsi
Kasus Gratifikasi Eks Bupati Bogor, KPK Periksa Direktur RSUD Cileungsi. (WJtoday/Yoga Enggar)
WJtoday
Rabu, 9 Oktober 2019 | 12:53 WIB
WJtoday, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan hari ini, Rabu 9/10/2019, memanggil Direktur RSUD Cileungsi Bogor Mike Kaltarina terkait penyidikan kasus korupsi pemotongan uang dan gratifikasi dengan tersangka mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY). Mike dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka.

"Yang bersangkutan hari ini dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RY terkait tindak pidana korupsi pemotongan uang dan gratifikasi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Dalam penyidikan kasus tersebut, KPK masih mendalami terkait pemotongan uang yang dianggap utang oleh tersangka RY di lingkungan Pemkab Bogor.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPK telah mengumumkan RY sebagai tersangka pada 25 Juni 2019. Untuk kasus suap, tersangka diduga meminta, menerima atau memotong pembayaran dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebesar Rp8.931.326.223.

Duit haram  itu diduga digunakan untuk biaya operasional bupati dan kebutuhan kampanye pemilihan kepala daerah dan pemilihan legislatif yang diselenggarakan pada 2013 dan 2014. Selain itu, tersangka RY  juga diduga menerima gratifikasi, yaitu berupa tanah seluas 20 hektare di Jonggol, Kabupaten Bogor dan mobil Toyota Vellfire senilai Rp825 juta.


Gratifikasi tersebut diduga berhubungan dengan jabatan tersangka dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya serta tidak dilaporkan ke KPK dalam waktu paling lambat 30 hari kerja.

RY disangkakan melanggar Pasal 12 huruf f dan Pasal 12 B Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

RY beberapa waktu lalu,  baru saja bebas pada 8 Mei 2019 setelah menjalani masa hukuman di Lapas Sukamiskin Bandung.

Rachmat saat itu divonis 5 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp300 juta karena menerima suap senilai Rp4,5 miliar guna memuluskan rekomendasi surat tukar menukar kawasan hutan atas nama PT Bukit Jonggol Asri seluas 2.754 hektare. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya