backgroud
logo

Kabar DPRD Jabar

 

DPRD Sampaikan Rasa Prihatin Bagi Warga Jabar yang Pulang dari Wamena

DPRD Sampaikan Rasa Prihatin Bagi Warga Jabar yang Pulang dari Wamena

 
DPRD Sampaikan Rasa Prihatin Bagi Warga Jabar yang Pulang dari Wamena
Wakil Ketua DPRD Jabar Achmad Ru’yat Sampaikan Prihatin Bagi Warga Jabar yang Pulang dari Wamena. (dok humas dprd jabar)
WJtoday
Kamis, 10 Oktober 2019 | 21:18 WIB
WJtoday, Bandung - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) bersama Gubernur Jabar M Ridwan Kamil atau Emil ikut menyambut kedatangan 71 warga Jabar, yang memilih pulang ke kampung halaman pascakekerasan Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, di Gedung Pakuan Bandung, Rabu malam.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Achmad Ru’yat,  menyampaikan rasa prihatin, dan duka cita atas peristiwa kemanusiaan yang terjadi dan menimpa warga asal Jawa Barat di Wamena, Papua.

Pihaknya berharap, kedepan peristiwa tersebut dapat dievaluasi sebagai upaya untuk menjaga keutuhan NKRI.

"Mari kita bekerjasama dalam hal-hal yang kita dapat sepakati dan mari kita saling menghormati memberikan toleransi dalam hal-hal yang tidak dapat kita sepakati," ujar Ru'yat di Bandung, Kamis (10/10/2019).

"Sehingga tidak memaksakan kehendak, sehingga NKRI yang kita cita-citakan dapat terjaga dan terbangun," kata dia.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari juga meminta agar warga Jabar yang menjadi korban kekerasan Wamena, Papua, diberikan pendampingan psikologis.

"Pasca mereka pulang ke kampung halamannya di Jabar, kami pikir harus diberikan pendampingan psikologis ya karena apa yang mereka lalui di Wamena itu merupakan hal yang sulit dilupakan dan bisa menimbulkan traumatis," kata Ineu.

Selain diberikan pendampingan psikologis, kata Ineu, Pemprov Jawa Barat dan pemerintah daerah tingkat dua juga harus memberikan solusi terkait mata pencaharian mereka seusai memutuskan pulang dari Wamena, Papua.

"Mereka di sana kan ingin mengubah nasib atau penghidupan mereka dan tiba-tiba ada peristiwa ini (kerusuhan Wamena), tentu sepulangnya mereka dari Wamena ke sini juga harus diperhatikan soal kehidupan mereka kedepannya seperti apa," kata dia.

Ineu menilai pendampingan dari psikolog sangat diperlukan agar mereka bisa memulai kembali hidup pasca didera peristiwa kerusuhan.

"Jadi harus ada pendampingan, pendekatan ke mereka agar bangkit lagi lah. Seperti dulu ada gempa kan perlu ada pendampingan supaya mereka tidak traumatik," tegas Ineu. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya