backgroud
logo

Buletin

 

Kasus Suap di Lapas Sukamiskin: KPK Periksa Saksi untuk Wahid Husein

Kasus Suap di Lapas Sukamiskin: KPK Periksa Saksi untuk Wahid Husein

 
Kasus Suap di Lapas Sukamiskin: KPK Periksa Saksi untuk Wahid Husein
Kasus Suap di Lapas Sukamiskin: KPK Periksa Saksi untuk Wahid Husein. (antara)
WJtoday
Jumat, 18 Oktober 2019 | 12:49 WIB
WJtoday, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  memanggil dua saksi dalam penyidikan kasus suap pemberian fasilitas atau perizinan keluar Lapas Klas I Sukamismin, Bandung, hari ini, Jumat (18/10/2019).

Kedua saksi dijadwalkan diperiksa untuk tersangka eks Kepala LP Sukamiskin, Wahid Husein.

"Penyidik hari ini dijadwalkan memeriksa dua orang saksi untuk tersangka WH terkait tindak pidana korupsi suap pemberian fasilitas atau perizinan keluar Lapas Klas I Sukamismin," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Jumat.

Dua saksi itu, yakni Asisten Manajer Petugas Depan Hotel Grand Mercure Bandung, M Agin Nugraha, dan Asisten Manajer Eksekutif Hotel Grand Mercure Bandung, Subendi.

Untuk diketahui, KPK pada Rabu (16/10/2019) telah menetaplan lima orang tersangka dalam pengembangan kasus tindak pidana korupsi pemberian dan penerimaan hadiah atau janji terkait pemberian fasilitas atau perizinan keluar LP Sukamiskin, Bandung.

Lima orang itu adalah Husein sejak Maret 2018, Kepala LP Sukamiskin sejak 2016-Maret 2018, Deddy Handoko, Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi, Rahadian Azhar, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan sebagai warga binaan, dan mantan Bupati Bangkalan atau warga binaan, Fuad Amin, yang meninggal dunia saat proses penyidikan berjalan.

Wakil kKetua KPK Basaria Panjaitan mengungkapkan, tersangka Wahid saat menjabat sebagai Kalapas Sukamiskin sekitar Maret 2018 mulai mengenal seorang warga binaan sekaligus terpidana. Kemudian Wahid memanggil ke warga binaan tersebut ke ruangan kerja Wahid sebulan kemudian. 

Dalam pertemuan itu, Wahid menanyakan tentang ketersediaan mobil jeep yang dimiliki warga binaan tersebut untuk dipakai oleh Wahid. Warga binaan tersebut kemudian mengatakan Wahid bisa menggunakan mobil jeep miliknya.

Sepekan kemudian, mobil tersebut diantar ke Lapas Sukamiskin beserta BPKB-nya dan sejak saat itu Wahid menggunakan mobil tersebut sebagai kendaraan sehari-hari. Berikutnya awal Mei 2018, Wahid memerintahkan untuk melakukan proses balik nama mobil tersebut dari yang semua atas nama salah satu warga binaan di Lapas Sukamiskin, menjadi nama salah satu pembantu di rumah mertua Wahid. Dua bulan kemudian atau sekitar Juli 2018, proses balik nama atas mobil Toyota Landcruiser Hardtop warna hitam telah selesai.

"Meski mobil tersebut bukan atas nama WH (Wahid), hingga saat itu, mobil masih dalam penguasaan WH. WH tidak melaporkan penerimaan gratifikasi berupa 2 unit mobil dalam jangka waktu 30 hari kerja kepada KPK sebagaimana ketentuan Pasal 12 C UU Tindak Pidana Korupsi," ungkap Basaria, Rabu (16/10/2019). 

Wahid Sudah Tahu Bakal Dijadikan Tersangka Suap
Wahid Husein, mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin telah mengetahui dirinya kembali dijadikan tersangka penerima suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu disampaikan Kalapas Sukamiskin Abdul Karim kepada wartawan, Jumat (18/10/2019). 

"Beliau (Wahid Husein) tahu (dijadikan tersangka lagi). Beberapa kali KPK memeriksa beliau (di dalam Lapas Sukamiskin)," ungkap Abdul.

Meski kembali dijadikan tersangka, ujar Kalapas, Wahid tak terlihat panik.

 "Dia (Wahid) sudah nggak ada beban. Faktor psikologis itu ketika jadi tersangka pertama. Kalau kedua atau ketiga sudah nggak ada beban," katanya.

Dia mengaku telah bertemu Wahid seusai ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Dia dan Wahid hanya bincang-bincang sebagai mantan kolega di jajaran Kemenkumham.

 "Gak bahas soal penetapan tersangka. Kami ngobrol-ngobrol saja. Beliau sehat," pungkasnya. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya