backgroud
logo

Buletin

 

Kasus Suap Antar-BUMN: KPK Tahan Dirut PT INTI DMP

Kasus Suap Antar-BUMN: KPK Tahan Dirut PT INTI DMP

 
Kasus Suap Antar-BUMN: KPK Tahan Dirut PT INTI DMP
Kasus Suap Antar-BUMN: KPK Tahan Dirut PT INTI DMP. (istimewa)
WJtoday
Jumat, 18 Oktober 2019 | 21:57 WIB
WJtoday, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia Persero (PT INTI) Darman Mappangara. Darman ditahan sebagai tersangka kasus suap antar BUMN yaitu pada proyek PT Angkasa Pura II, Baggage Handling System (BHS) 

"Atas nama DMP (Darman Mappangara), terkait dengan pengadaan pekerjaan Baggage Handling System pada PT Angkasa Pura Propertindo yang dilaksanakan oleh PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tahun 2019," kata juru bicara KPK Febri Diansyah melalui keterangannya, Jumat (18/10/2019).

Febri mengutarakan, Darman ditahan selama 20 hari di Rutan Polres Jakarta Pusat.

"(Penahanan) terhitung sejak 18 Oktober hingga 6 November 2019," jelasnya.

Sebelumnya, penetapan status tersangka Darman merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta pada akhir Juli dan awal Agustus 2019.

KPK menyebut Darman bersama staf PT INTI, Taswin Nur memberi suap kepada Andra Agussalam selaku Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II (Persero) untuk mengawal supaya proyek BHS dikerjakan oleh PT INTI.

Darman merupakan tersangka ketiga dalam perkara suap proyek BHS. Sebelumnya, lembaga antirasuah KPK telah menjerat staf PT INTI Taswin Nur dan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II Andra Agussalam.

Febri menjelaskan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap 28 saksi untuk tiga tersangka tersebut.

Pada 2019, Febri memaparkan  PT INTI mengerjakan beberapa proyek di PT Angkasa Pura II (Persero). Rincian proyek tersebut ialah proyek Visual Docking Guidance System (VGDS) dengan nilai Rp106,48 miliar, proyek Bird Strike Rp22,85 miliar, dan proyek pengembangan bandara Rp86,44 miliar.

Selain itu, PT Inti memiliki daftar prospek proyek tambahan di PT Angkasa Pura II dan PT Angkasa Pura Propertindo dengan rincian: Proyek X-Ray 6 bandara senilai Rp100 miliar, BHS di 6 bandara senilai Rp125 miliar, Proyek VDGS senilai Rp75 miliar, dan Radar burung senilai Rp60 miliar. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya