backgroud
logo

Trensosial

 

Waspadai Fenomena Crosshijaber, Pria di Balik Cadar

Waspadai Fenomena Crosshijaber, Pria di Balik Cadar

 
Waspadai Fenomena Crosshijaber, Pria di Balik Cadar
Waspadai Fenomena Crosshijaber, Pria Dibalik Cadar. (twitter.com)
WJtoday
Sabtu, 19 Oktober 2019 | 13:54 WIB
WJtoday, Bandung - Jagat media sosial belakangan ini tengah dihebohkan oleh adanya komunitas crosshijaber.  Mereka  adalah pria yang suka memakai baju muslim. Model yang sering kali digunakan adalah baju panjang dan lebar. Kadang, lengkap dengan hijab 

Kehebohan dimulai ketika banyak warganet yang menayangkan konten dari akun @crosshijaber di Instagram. Beberapa netizen yang pernah membukanya, meng-capture dan membagikan di akunnya.

Ketika WJtoday.com mencoba membuka akun tersebut, ternyata sudah tidak ada lagi atau sudah dihapus.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Kamis (17/10/2019), para crosshijaber tidak hanya memposting aksinya di tengah para muslimah.

Para pria tersebut tidak segan menggugah fotonya lengkap dengan busana muslim syar'i dalam akun grup media sosial.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat angkat bicara soal fenomena crosshijaber yang tengah jadi sorotan. MUI mengajak semua pihak waspada terhadap fenomena ini.

"Jadi itu fenomena baru ya. Sebetulnya dari sisi normatif kalau laki-laki berpakaian wanita atau sebaliknya kan terlarang dalam agama, haram hukumnya. Tapi yang harus dicermati, ini kan fenomena baru. Kami dari MUI mengimbau kepada para DKM agar hati-hati," ucap Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar, Jumat (18/10/2019).

Dia melanjutkan,  fenomena ini sebagai suatu fenomena yang cukup berbahaya. Menurut dia, motif dari pelaku crosshijaber bisa beragam bahkan mengarah ke tindak kriminal.

"Mungkin saja kriminal, kejahatan atau seks, atau malah ada motif politis sengaja membuat citra terhadap satu kegiatan keagamaan," ujarnya.

Rafani mendukung untuk dilakukan penangkapan jika masyarakat menemukan para crosshijaber ini di masjid.

"Kalau ada orangnya yang bisa ditangkap, tangkap saja. Terus nanti dibuktikan gitu biar kita tahu motifnya apa. Nah itu harus diungkap, pemerintah harus bisa mengawasi juga," tegasnya.

Fenomena ini ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak yang khawatir soal batasan-batasan penggunaan ruang umum khusus wanita, seperti toilet atau tempat wudu.

"Jadi ngeri sih kalau ke toilet. Karena bisa jadi mereka ada. Takutnya mereka penjahat kelamin, yang merekam aktivitas kita di toilet," ujar Kokoy, salah satu karyawan swasta di Buah Batu Bandung, Sabtu (19/10/2019).

Senada dengan Kokoy, bagi Mintarsih kengerian adanya para crosshijaber ketika berada di tempat wanita adalah adanya kesempatan terjadinya tindakan kriminal.

"Mereka (para crosshijaber) bisa saja bertindak jahat ketika ada di tengah-tengah kita. Itu yang saya takutkan. Saya sangat mendukung jika mereka masuk masjid sebaiknya ditangkap saja, karena kita kan tidak tahu motif sebenarnya apa." kata Mintarsih.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu di Masjid Agung Baiturrahma Sukoharjo ditangkap seorang crosshijaber. Disebutkan pria berkumis dibalik cadar ini kerap mengajak foto bersama atau selfie dengan jamaah putri.

Tak hanya berfoto saja, pria berkumis ini bahkan mengajak jamaah putri di sana untuk bersalaman dan berpelukan. ***.

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Lainnya