backgroud
logo

Buletin

 

Emil Tegaskan Akan Menolak Jika Ditawari Kursi Menteri

Emil Tegaskan Akan Menolak Jika Ditawari Kursi Menteri

 
Emil Tegaskan Akan Menolak Jika Ditawari Kursi Menteri
Emil Tegaskan Akan Menolak Jika Ditawari Kursi Menteri. (pam/WJtoday)
WJtoday
Sabtu, 19 Oktober 2019 | 19:34 WIB
WJtoday, Bandung - Gubernur Jawa Barat mengatakan dia akan menghadiri acara pelantikan Presiden di Jakarta hari Minggu (20/10/2019) besok. Dan jika dia ditawari posisi menteri di Kabinet Jokowi periode 2019-2024, Emil tegaskan akan menolak.

Dia mengungkapkan dirinya belum mau bersedia kalau diawari jabatan menteri dalam kabinet baru Presiden Jokowi, bakal tetap memilih berdinas di Gedung Sate sebagai gubernur.

"Memang saya juga tidak akan berpikir ke sana, saya harus selesaikan tugas di Jawa Barat," Emil di Bandung, seperti dikutip Antara, Sabtu (19/10/2019).

Sementara ini, ia mengaku memang belum ada tawaran secara langsung dari Joko Widodo untuk menjadikan dirinya menteri. Namun kalau ditawari, ia lebih memilih untuk menyelesaikan jabatannya sebagai Gubernur Jabar.

"(Jika ditawari) sementara saya juga akan jawab terima kasih, tapi saya fokus di Jawa Barat, seperti saya fokus menyelesaikan Wali Kota (Bandung)," terangnya.

Emil mengutarakan  sudah ada undangan untuk menghadiri prosesi pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Gedung Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) pada Minggu (20/10/2019). 

"Saya pribadi akan hadir, ada undangannya dan setelah itu kita dukung," ujarna.

Dia pun telah mengimbau kepada masyarakat serta kepala daerah di wilayah Jawa Barat agar menjaga kondusifitas menjelang pelantikan Presiden meski acara tersebut digelar di Jakarta. Setiap kepala daerah, kata dia, diimbau untuk mendoakan dan mendukung kelancaran acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.

"Jadi ada dukungan secara keamanan dan ada dukungan secara spiritualitas juga, bagaimanapun (presiden) ini wajah kita, jadi upayanya seperti itu," tuturnya.

Disinggung tentang harapan kepada pemerintahan Jokowi mendatang, Emil berharap adanya perhatian lebih ke Jawa Barat di periode ke dua pemerintahannya. Ia merasa masih terjadi ketidakadilan alokasi anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat ke Jabar.

"Presiden (bisa) prioritaskan provinsi penduduk paling besar, Jabar kan 20 persennya Indonesia. Jadi saya minta harapan teknisnya itu," katanya.

Emil  berharap ada pemekaran wilayah di Jabar. Karena hal itu menyangkut kebijakan fiskal dari pusat ke daerah. Selama ini menurutnya kebijakan fiskal masih dinilai belum adil.

"Ada pemekaran wilayah itu doa saya, kemudian ada keadilan fiskal. Hari ini masih belum adil fiskalnya karena lebih ke daerahnya banyak ketimbang populasinya banyak," ujar Emil. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya