backgroud
logo

Bisnis

 

Wisata Kota Bandung Harus Tersebar untuk Kurangi Kemacetan

Wisata Kota Bandung Harus Tersebar untuk Kurangi Kemacetan

 
Wisata Kota Bandung Harus Tersebar untuk Kurangi Kemacetan
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Dewi Kaniasari. (istimewa/dok pribadi)
WJtoday
Sabtu, 19 Oktober 2019 | 20:32 WIB
WJtoday, Bandung - Kota Bandung menjadi kota termacet se-Indonesia atau peringkat ke-14 termacet se-Asia berdasarkan survei yang dilakukan oleh Asian Development Bank (ADB).

Dalam survei yang dilakukan oleh ADB, ada sedikitnya 278 kota yang diteliti dari sebanyak 45 negara di Asia. Kota Bandung berada di peringkat ke-14, lebih parah dari Jakarta yang berada di peringkat ke-17 dan Surabaya peringkat ke-20.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Dewi Kaniasari mengatakan lokasi wisata perlu disebar ke berbagai wilayah di Bandung Raya demi mengurangi kepadatan berakibat kemacetan yang terpusat di Kota Bandung.

Menurut Kenny, panggilan akrabnya, fenomena Kota Bandung yang menjadi kota termacet di Indonesia dapat berdampak ke sektor pariwisata. Apalagi Kota Bandung merupakan salah satu pusat peradaban di Indonesia.

"Sudah pasti ada dampaknya (bagi pariwisata) Bandung kota termacet, karena Bandung ini merupakan pusat dari pendidikan, banyak kantor BUMN juga, sudah pasti bandung ini menjadi gula untuk daerah sekitarnya," ujar Kenny di Bandung, Sabtu (19/10/2019).

Dengan perkembangan Kota Bandung tersebut, dia menyebut wajar ketika kemacetan terjadi. Karena menurut dia luas wilayah Kota Bandung tidak bertambah, sedangkan aktivitas penduduk dan aktivitas wisatawan terus meningkat.

Maka dari itu, menurutnya lokasi wisata harus tersebar di wilayah Bandung Raya seperti Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi.

"Jadi tidak terpusat semuanya di Kota Bandung gitu, perlu menyebar. Itu salah satu untuk mengurangi kemacetan di Kota Bandung," terangnya.

Sementara Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat, Herman Muchtar menyebut kemacetan lalu lintas di Kota Bandung dapat menggangu bahkan merugikan bagi sektor wisata.

Memang menurutnya, Bandung merupakan salah satu destinasi utama bagi para wisatawan khususnya warga dari Jakarta. Namun dia menyebut setelah adanya label Kota Bandung sebagai kota termacet di Indonesia, jangan sampai para wisatawan lebih memilih daerah lain.

"Karena daerah lain semakin maju, Semarang semakin maju, Jogja semakin maju, jadi orang (wisatawan) akan berpindah nanti, jadi kita harus berhati-hati bila wisatawan enggan datang ke Bandung," ujar Herman di Bandung, Jumat.

Selain itu menurutnya, kemacetan ini dapat berdampak bagi banyak sektor, bukan hanya dari sektor wisata.

Dengan demikian, ia berharap seluruh pihak dapat mencari solusi agar masalah kemacetan ini dapat terselesaikan. Karena setiap pihak baik pemerintah, aparat, maupun pengusaha itu berbeda kompetensi dan memiliki solusi yang berbeda.

"Beda selera kita (warga) dengan pemerintah dan dengan pengusaha, pengusaha itu yang paham dengan untung ruginya, ini harus kita cari solusinya," ujar Herman. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya