backgroud
logo

Buletin

 

DPRD Jabar Nilai RevitalisasiTaman Gedung Sate tak Mendesak Dikerjakan

DPRD Jabar Nilai RevitalisasiTaman Gedung Sate tak Mendesak Dikerjakan

 
DPRD Jabar Nilai RevitalisasiTaman Gedung Sate tak Mendesak Dikerjakan
Pagar dan gerbang Gedung Sate sementara ditutup selama revitalisasi taman sejak 31 September.. (tribun jabar)
WJtoday
Senin, 4 November 2019 | 17:54 WIB
WJtoday, Bandung - DPRD Jabar periode 2019-2024 menyayangkan program revitalisasi Taman Gedung Sate yang menelan biaya hingga Rp14 miliar, yang dilakukan di saat banyak program prioritas lainnya tidak teranggarkan.


Ketua Komisi 4 DPRD Jabar Imam Budi Hartono mengungkapkan, program revitalisasi Taman Gedung Sate sebetulnya tidak mendesak untuk dilaksanakan. Apalagi Taman tersebut cukup terawat dan baru diresmikan tahun 2017 berbarengan dengan pembangunan museum Gedung Sate dan Taman Gasibu.


Pihak DPRD sendiri, ujar Iman, akan melakukan penelusuran dan pengkajian terhadap program tersebut dari mulai penyusunan anggaran hingga proses pengadaan Detail Engineering Design (DED).


“Tidak hanya program revitalisasi Taman Gedung Sate, banyak program lainnya yang tidak jelas DED nya. Karena katanya DED dibuat atas biaya CSR dari beberapa perusahaan,” ungkap Imam saat dihubungi Wjtoday, Senin (4/11/2019)


Selain revitalisasi Taman Gedung Sate, menurut Imam, beberapa program lainnya juga banyak yang  bermasalah karena perencanaan dan DED-nya tidak dibahas secara matang dengan pihak eksekutif.


“Kami akan konsultasi dengan berbagai pihak terutama menyangkut DED yang merupakan CSR dari perusahaan. Apakah diperbolehkan menurut aturan atau tidak. Ini akan jadi masalah lain kalau ternyata itu tidak diperbolehkan,” tandas Imam.

Rp18 Miliar Bisa Rehabilitasi Rutilahu
Terkait skala prioritas program, sebut Imam, masih banyak program program Pemprov Jabar yang tidak bisa teranggarkan karena keterbatasan dana APBD.


Imam mencontohkan, saat ini di Jabar masih ada 46 ribu rumah warga yang tergolong tidak layak huni (Rutilahu) yang secepatnya harus mendapat uluran tangan pemerintah. Pada tahun anggaran 2019 ini, jelas Imam, program ini tidak jalan karena tidak teranggarkan dalam APBD murn. Sedangkan pada 2020 nanti, anggarannya pun masih belum jelas. 


Pihak Dewan sendiri, sambung Imam, sudah meminta Gubernur Jabar Ridwan Kamil agar bisa menganggarkan minimal untuk 10 ribu rutilahu dulu. “Satu rumah hanya membutuhkan sekitar Rp20 juta,ketimbang anggarannya dipakai untuk renovasi Taman,” tandasnya.


Diketahui, untuk merevitalisasi taman Gedung Sate di Jalan Diponegoro, Pemprov Jabar menggelontorkan dana hingga Rp18 miliar yang bersumber dari APBD murni tahun anggaran 2019. Jika dana sebesar itu dialokasikan untuk merehabilitasi rutilahu dengan anggaran Rp20 juta per unit, maka bisa meng-cover hingga 900 rutilahu di Jabar.


Selain program Rutilahu, menurutnya, program lainnya yang mendesak untuk dilakukan adalah perbaikan saluran irigasi. “ Tahun 2019 tidak dianggarkan. Tahun 2020 juga tidak dianggarkan,” pungkas Imam.


Sudah Disetujui DPRD Jabar Periode Sebelumnya
Sebelumnya diberitakan, Gubernur Ridwan Kamil mengungkapkan, revitalisasi taman dilakukan untuk menjadikan Gedung Sate sebagai destinasi wisata masyarakat. Pria yang juga arsitek tersebut mengklaim renovasi dilakukan karena banyaknya komplain dari warga yang kesulitan melakukan foto-foto atau berswafoto (selfie) di kawasan Gedung Sate. 


Emil mengaku warga banyak komplain ketika akan foto-foto di Gedung Sate  karena ada aspal jalan. Karena itu, sebagian jalan beraspal dibongkar, dan digantikan dengan taman beralas rumput atau paving block. Namun Emil tak menjelaskan komplain warga tersebut disampaikan melalui media apa. "Kita sudah sepakat Gedung Sate dijadikan destinasi parawisata, yang selama ini tidak  maksimal," kata Emil, Jumat (1/11/2019).


Soal renovasi taman Gedung Sate yang sama dilakukan pada masa kepemimpinan Gubernur lama Ahmad Heryawan, Emil awalnya mengaku tidak tahu. Namun saat ditanya kembali, Emil mengaku mengetahuinya, namun berdalih yang utama karena ada desakan dari warga Jabar.



"Ya, sekarang masalahnya apa? kan saya sudah bilang, ada komplain dari warga kalau mau foto di depan Gedung Sate, dia harus bikin macet aspal (jalan) kan, jadi itu tamannya dirapihkan, dimundurkan pagarnya, sehingga kalau ada wisatawan datang bisa leluasa mengapresiasi," tandas Emil


Sedangkan saat ditanya soal besarnya anggaran revitalisasi yang mencapai Rp18 miliar, Emil berkilah bahwa semua proyek pembungunan sudah ada posnya masing-masing.



"Yang namanya uang rakyat itu ada kamarnya masing-masing, mau ngomongin urusan pendidikan saya buka, mau ngomingin urusan kesehatan saya buka, mau ngomongin urusan infrastruktur, semua ada posnya. Ada ratusan bahkan 5 ribuan. Kalau hanya menyindir satu urusan, seolah-olah urusan lain tidak dilakukan, menurut saya naïf sekali," ungkap Emil dengan nada tinggi.


Emil sendiri mengklaim renovasi Taman Gedung Sate tersebut sudah mendapat dukungan dari DPRD Jabar.  Anggaran revitaliasasi sebesar Rp18 miliar tersebut, tandas Emil, sudah mendapat persetujuan dan disahkan DPRD Jabar periode 2014-2019. 


"Jadi yang betul adalah, anggaran itu, kenapa ada (persetujuan) dengan Dewan, Dewan yang mengkritisi, kalau Dewan bilang itu berlebihan, kita kurangi,” tegasnya.

"Saya kira anggaran ini proporsional lah," tambah Emil.


Sedangkan soal apakah taman yang ada sebelumnya tidak bagus dan tak sesuai ekspetasi dirinya, Emil menjawab dengan pertanyaan lagi. "Kalau ada komplain dari warga, artinya apa?" kilahnya. 


Saat ditegaskan bahwa revitalisasi taman Gedung Sate dilakukan karena adanya komplain dari masyarakat, Emil menjawab dengan kalimat penutupnya, "Saya kita, saya sudah jawab kan dengan panjang lebar," tegasnya. 


Revitalisasi 8 Destinasi Wisata di Jabar
Program renovasi Taman Gedung Sate sendiri merupakan bagian dari 8 destinasi wisata di Jabar yang akan dibenahi oleh Emil pada 2019 ini. Tujuh lokasi lainnya, yakni Gunung Padang, Tebing Keraton, Pantai Pangandaran, Kali Malang, Waduk Darma Kuningan, Situ Ciburuy, dan Situ Bagendit.


Emil menjelaskan,  kawasan Gedung Sate direnovasi karena akan dijadikan wisata sejarah yang bisa dikunjungi masyarakat secara leluasa pada akhir pekan. "Kalau Gedung Sate sedang persiapan direnovasi kecil-kecilan dan menyiapkan Gedung Sate sebagai wisata sejarah mulai tahun 2020," ujar Emil di Gedung Sate, Senin (30/9/2019).


Emil mengatakan, saat ini wisata sejarah Gedung Sate ini sedang dikonsep. Jadi, nantinya ada pemandu wisata. Setelah renovasi selesai, masyarakat bisa secara langsung melihat kondisi area dalam Gedung Sate yang akan dipenuhi galeri foto atau karya seni dari 27 kota/kabupaten di Jabar.


"Jadi orang bisa masuk di weekend ke Gedung Sate, ke dalam melihat galeri foto di dalam silakan. Nanti kita akan perbanyak koleksi seni ya seperti Istana Negara, ada lukisan ada apa lah, nanti lukisannya dari 27 daerah di Jabar," kata dia.


Emil mengatakan, keputusan itu dibuat atas masukan masyarakat yang ia terima. Sebab, walaupun sudah ada museum Gedung Sate, masyarakat ingin lebih mengeksplorasi Gedung Sate secara langsung dan leluasa.


“Enggak masalah, karena Gedung Sate kan bukan hanya lihat museumnya, kan orang pengin foto-foto di lobi kan bisa-bisa saja," tandasnya.


Menurut Emil, Gedung Sate dibuka untuk masyarakat umum karena berdasarkan masukan masyarakat yang dari dulu ingin masuk ke Gedung Sate, bisa leluasa bukan hanya di halamannya. "Nanti pola pengamanan juga akan dikoreksi," katanya. ***

WJT / dms

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya