backgroud
logo

Buletin

 

Pengamat Sarankan DPRD Jabar Lanjutkan Rencana Interpelasi Gubernur

Pengamat Sarankan DPRD Jabar Lanjutkan Rencana Interpelasi Gubernur

 
Pengamat Sarankan DPRD Jabar Lanjutkan Rencana Interpelasi Gubernur
Emil dan Uu bersama 5 pimpinnan DPRD Jabar seusai pengambilan sumpah janji, 3 Oktober 2019. (dokumentasi)
WJtoday
Senin, 4 November 2019 | 22:04 WIB
WJtoday, Bandung - Direktur Operasional dan Strategi Indonesia Political Research Community (IPRC) Idil Akbar berpendapat, sebaiknya rencana DPRD Jabar untuk menggunakan hak interpelasi terhadap Gubernur Ridwan Kamil dilanjutkan.


Wacana pengunaan hak meminta keterangan kepada eksekutif tersebut tetap bergulir di kalangan wakil rakyat, kendati Ketua DPRD Jabar Taufik Hidayat dengan tegas menyatakan tak akan ada interpelasi terhadap Gubernur Emil.


Idil sendiri menilai, interpelasi diperlukan untuk meminta keterangan Gubernur terkait sejumlah kebijakannya yang dianggap kontroversial, seperti pembentukan Tim Akselerasi Pembangunan (TAP) Jabar dan Tim Akselerasi Jabar Juara (TAJJ).


“Menurut saya, sejauh itu (interpelasi) dibutuhkan, ya silakan saja (dilakukan). Biarkan saja interpelasi dilakukan, biarkan kemudian mekanisme berjalan dan mintalah keterangan sejelas-jelasnya soal TAP, TAJJ, dan juga pemindahan Ibu Kota pemerintahan Jabar," ujar Idil dalam diskusi dengan tema 'Wacana Interpelasi DPRD Provinsi Jawa Barat terhadap Ridwan Kamil: Seriuskah?’ yang digelar di Jalan Tubagus Ismail, Kota Bandung, Senin (4/11/2019).

Soal keseriusan para legislator untuk melayangkan interpelasi, menurut pengamat politik ini, patut ditunggul dalam 1-2 pekan ke depan,  apakah benar-benar wacana tersebut direalisasikan. Namun secara pribadi, Idil mengaku pesimistis DPRD Jabar periode 2019-2024 ini bakal mengajukan hak legislatif tersebut. Dia pesimistis, wacana interpelasi yang telah kadung bergulir tersebut akan terus dilanjutkan. "Kalau saya sih, agak pesimistis," ucapnya.

 
Menurut Idil, yang menjadi persoalan dengan bergulirnya wacana interpelasi bukan hanya soal komunikasi yang belum terbangun, tapi ada hal lain yang muncul. “Semisal dugaan masyarakat, kan bisa saja dan sah-sah saja," tambahnya.

 
Idil pun menlai, wacana interpelasi ini tidak dating dari anggota DPRD Jabar secara keseluruhan, tapi dari partai-partai yang bukan pengusung pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018 lalu.


"Jadi tidak mungkin mereka yang mengawal (mendukung pada Pilgub), mereka juga yang kemudian memutuskan di tengah jalan. Makanya saya agak pesimistis ke arah sana (interpelasi)," tutupnya. ***

WJT / dms

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya