backgroud
logo

Buletin

 

Pendaftaran Lelang Jabatan Sekda Jabar Resmi Dibuka

Pendaftaran Lelang Jabatan Sekda Jabar Resmi Dibuka

 
Pendaftaran Lelang Jabatan Sekda Jabar Resmi Dibuka
Pendaftaran Lelang Jabatan Sekda Jabar Resmi Dibuka. (WJtoday/Yoga Enggar)
WJtoday
Kamis, 7 November 2019 | 10:47 WIB
WJtoday, Bandung - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat resmi membuka pendaftaran atau seleksi terbuka untuk posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar yang saat ini masih kosong.

Kekosongan posisi tersebut setelah pejabat sebelumnya yakni Iwa Karniwa ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi proyek Meikarta. Sehingga, posisi ini kemudian dijabat oleh pelaksana tugas. 

Kepala BKD Jabar Yerry Yanuar mengatakan, Komisi Aparatur Sipil Negara (KSN) sudah mengeluarkan rekomendasi seleksi terbuka tersebut. Karena jabatan Sekda begitu strategis, dia pun memastikan seleksi terbuka dilakukan sesuai regulasi dan menjunjung tinggi keterbukaan informasi.

“Pengisian jabatan Sekretaris Daerah menjadi penting karena roda pemerintahan dan pembangunan harus berjalan. Jabatan Sekda sangat strategis, maka jabatan itu harus segera diisi oleh pejabat yang kompeten,” kata Yerry melalui siaran pers.

Yerry menuturkan, posisi sekda sangat penting untuk itu harus segera terisis. Selain sebagai Kepala Perangkat Daerah, Sekda juga menjadi Kepala Tim Anggaran Pendapatan Daerah (TAPD), Ketua TKPRD, Ketua Tim Penilaian Kinerja, dan menjadi pejabat yang berwenang dengan kepegawaian.

Perekrutan untuk Jabatan Sekda Jabar sendiri akan dimulai dengan proses pendaftaran yang dilakukan pada 7 sampai 21 November 2019. Kemudian, pada 22 November 2019, akan dilakukan seleksi administrasi, penelusuran rekam jejak, dan pengumuman seleksi administrasi.

Setelah itu, seleksi terbuka masuk tahap penilaian kompetensi dan potensi yang digelar pada 25-26 November 2019. Tahap selanjutnya adalah penulisan makalah. Dan pada 3 Desember 2019, pansel bakal mengumumkan hasil penilaian kompetensi serta potensi.

“Kemudian ada seleksi kesehatan dan MMPI pada 5 Desember dan wawancara pansel pada 9-10 Desember. Setelah wawancara, pansel akan mengumumkan tiga kandidat yang disampaikan kepada Gubernur Jabar untuk disampaikan ke Presiden RI,” kata Yerry.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN, BKD Jabar telah menetapkan panitia seleksi (pansel) yang berjumlah tujuh orang.

Menurut Yerry, pansel sendiri terdiri dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Dalam Negeri, Badan Kepegawaian Nasional, serta empat akademisi dengan latar belakang berbeda.

“Sesuai aturan, pansel dari internal atau birokrasi itu 45 persen. Tapi, karena tidak ada pejabat Eselon I-B yang se-level dengan jabatan yang diisi, pansel dari birokrasi berasal dari tiga kementerian,” ucapnya.

Yerry menegaskan, pejabat dari instansi maupun daerah lain dapat ikut serta dalam seleksi terbuka tersebut. Dia pun berharap akan ada banyak pendaftar dalam seleksi kali ini, supaya pansel dapat memilih pejabat yang benar-benar kompeten untuk menjadi Sekda Jabar.

“Karena Sekda Jabar adalah jabatan yang strategis dan butuh orang yang bisa menjadi solusi di Jabar. Dan fungsi Sekda pun sangat penting, termasuk fasilitator antara kepala daerah dengan dewan, dengan masyarakat, dengan organisasi masyarakat,” terangnya. ***


WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya