backgroud
logo

Bisnis

 

Jabar Peringkat Kedua Jumlah Investor Pasar Modal Terbanyak

Jabar Peringkat Kedua Jumlah Investor Pasar Modal Terbanyak

 
Jabar Peringkat Kedua Jumlah Investor Pasar Modal Terbanyak
Jabar Peringkat Kedua Jumlah Investor Pasar Modal Terbanyak . (bisnis.com)
WJtoday
Sabtu, 9 November 2019 | 08:17 WIB
WJtoday, Bandung - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyatakan berdasarkan data KSEI per akhir Oktober 2019, Provinsi Jawa Barat menempati urutan ke-dua untuk jumlah investor terbanyak di pasar modal dari 34 provinsi di Indonesia yaitu 204.994 investor.

"Dari jumlah tersebut tercatat sebanyak 53.597 investor berdomisili di kota Bandung," kata Kepala Unit Peraturan dan Pengenaan Sanksi Divisi Hukum KSEI M Zidni Ilman Solihin, di Kota Bandung, Jumat.

Dia mengatakan jumlah investor di Pasar Modal Indonesia hingga akhir Oktober 2019, telah mencapai sekitar 2.311.224 investor, yang mencakup investor pemilik Efek, Reksa Dana dan Surat Berharga yang diterbitkan Bank Indonesia.

"Beberapa pengembangan yang direalisasikan oleh KSEI mampu memberikan dampak positif bagi Pasar Modal Indonesia dan kami berharap hal ini dapat meningkatkan kenyamanan investor dalam bertransaksi serta menarik minat investor baru untuk berinvestasi di pasar modal," kata Zidni.

KSEI, kata dia, juga mendorong peningkatan investor pasar modal di daerah melalui pengembangan perusahaan efek daerah (PED) dan saat ini, investor pasar modal masih didominasi di Pulau Jawa.

Oleh karena itu, juga pihaknya mendorong terbentuknya PED menyusul telah penunjukkan bank pembangunan daerah (BPD) seperti Bank BJB.

"Dan kami berharap dengan adanya PED bisa mendorong pasar modal di daerah karena perusahaan sekuritas sekarang ini cenderung tidak merata, lebih banyak fokus di Jawa. Padahal kalau ada PED daerah, mereka lebih tahu market dan kultur daerah," kata Zidni.

Lebih lanjut ia mengatakan masuknya Bank Bjb sebagai bank administrator RDN akan memudahkan masyarakat berinvestasi. Tak hanya bank bjb, dalam waktu dekat beberapa BPD lainnya juga akan menjadi bank administrator Rekening Dana Nasabah atau RDN dan beberapa yang telah dalam proses adakah BPD Jawa Timur dan BPD Sumatera Barat.

"Perusahaan efek daerah nantinya akan fokus kerja sama dengan bank daerah. Kami berharap, ini bisa memajukan ekonomi daerah, sehingga bisa beri kenyamanan masyarakat daerah berinvestasi," kata Zidni. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya