backgroud
logo

Kabar DPRD Jabar

 

DPRD Dukung Kehadiran Pesantren OPOP di World Halal Summit 2019

DPRD Dukung Kehadiran Pesantren OPOP di World Halal Summit 2019

 
DPRD Dukung Kehadiran Pesantren OPOP di World Halal Summit 2019
DPRD Dukung Kehadiran Pesantren OPOP di World Halal Summit. (humas.jabarprov.go.id)
WJtoday
Rabu, 4 Desember 2019 | 14:12 WIB
WJtoday, Bandung - Sejumlah delegasi dunia merasa kagum dengan sistem pendidikan pesantren di Indonesia yang bisa menggabungkan pendidikan agama Islam dengan kemandirian ekonomi dan pemberdayaan masyarakat (community building). 

Selama ini dunia Islam menganggap lembaga pendidikan Islam di manapun tidak memiliki fungsi pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Hal ini terungkap dari banyaknya kunjungan mereka terhadap stan pameran lima pesantren peserta program OPOP (One Pesantren One Product) pada acara World Halal Summit (WHS) di Istanbul Turki, 28 November-1 Desember 2019. 

Forum WHS adalah konferensi tingkat dunia bagi para pelaku industri halal dunia yang berlangsung setiap tahun. Dalam WHS kali ini, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Jawa Barat membawa serta lima koperasi pesantren (koppontren) peserta OPOP. 

Kelima pesantren itu yakni Koppontren Daarut Tauhiid (DT) Kota Bandung, Koppontren Al-Ashiriyyah Nurul Iman Sejahtera Kabupaten Bogor, Koppontren Al-Ittifaq Kabupaten Bandung, Koppontren Husnul Khotimah Kabupaten Kuningan, dan Kopontren Fathiyya Al-Idrisiyyah Kabupaten Tasikmalaya.

Anggota  DPRD Jabar Yuningsih yang ikut rombongan ke Turki menyambut baik pameran pesantren OPOP di World Halal Summit. Dia berharap OPOP dapat kontinu dan lebih banyak lagi pesantren yang tampil di pameran tingkat dunia dan memasarkan produknya keluar negeri.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan, bantuan OPOP jauh lebih bagus dibanding hibah biasa. Karena dengan OPOP ini bantuan lebih terarah, ada pendampingan dan ada sasaran lain, seperti kebangkitan ekonomi dan networking. 

Yuningsih berharap bahwa sistem pesantren Indonesia yang juga berfungsi sebagai agen pembangunan di wilayahnya, bisa menjadi model bagi pesantren lain. 

Dia juga berharap agar tiap pesantren mengemukakan keunikan-keunikan produknya.

“Kami di DPRD akan mendukung program OPOP ini, karena saya melihat aspek positif untuk penguatan pesantren ke depan,”ujarnya. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya