backgroud
logo

Buletin

 

Program Sadesha Pemprov Jabar Pecahkan Rekor MURI

Program Sadesha Pemprov Jabar Pecahkan Rekor MURI

 
Program Sadesha Pemprov Jabar Pecahkan Rekor MURI
Program Sadesha Pemprov Jabar Pecahkan Rekor MURI, Kamis (5/12/2019). (wjtoday.com/yuga hasani)
yuga m hassani
Kamis, 5 Desember 2019 | 19:39 WIB
WJtoday, Bandung - Program Satu Desa Satu Hafidz (Sadesha) yang digagas oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil, mendapat penghargaan dari leh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Penghargaan tersebut dinobatkan MURI untuk kategori Pengutusan Hafidz di desa Terbanyak di Indonesia. Selain Program Sadesha, MURI juga memberikan penghargaan kepada Jam’iyyatul Qurro wal Huffadz (JQH) NU Jabar. Rekor MURI dipecahkan oleh JQH NU Jabar dengan melaksanakan 250 kali khataman Alquran oleh hafidz/hafidzah.

"Alhamdulillah dengan adanya program Sadesha bisa memecahkan rekor MURI, kemudian ada rekor MURI lainnya yang didapatkan oleh JQH NU Jabar," kata Ridwan Kamil  saat ditemui seusai kegiatan Pelepasan Program Sadesha, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Kamis (5/12/2019).

Program Sadesha merupakan program yang digagas oleh Ridwan Kamil dengan tujuan agar Jabar Juara Lahir Batin. Menurut Emil, pengiriman 1.500 hafidz ke 1.500 desa dinilai dapat menjadikan SDM yang ada di Jabar Juara Batin-nya.


Emil menegaskan, program tersebut sesuai dengan program Jabar Juara Lahir Batin. 

"Ini merupakan yang tipe A, mereka yang sudah dikirim untuk melatih minimal 10 orang. Di akhir 1 atau 2 tahun akan diuji kembali. Sementara mulai 2020 masuk tipe B, ialah mengirim anak-anak desa bersekolah dengan beasiswa dari Pemprov Jabar. Sekolah yang dipilih ialah pesantren khusus tahfidz quran," kata Emil.

Dia menargetkan pada akhir 2023 sesuai janji dan komitmen, tidak ada desa di Jabar yang tidak mempunyai penghafal Alquran. Dengan itu, dia meyakini kualitas tersebut bisa sejalan dengan visi misi Pemprov Jabar 5 tahun ke depan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

"Kualitas SDM ini bukan hanya dari keilmuan sains, atau teknologi tapi keilmuan keagamaannya harus meningkat. Selain itu kami ada program Maghrib Mengaji, solusi untuk anak kecanduan gadget," tegas Gubernur. ***

ymh / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya