backgroud
logo

Buletin

 

Lindungi PMI Jabar, Disnakertrans Siapkan Pusat Layanan Pekerja Migran

Lindungi PMI Jabar, Disnakertrans Siapkan Pusat Layanan Pekerja Migran

 
Lindungi PMI Jabar, Disnakertrans Siapkan Pusat Layanan Pekerja Migran
Lindungi PMI Jabar, Disnakertrans Siapkan Pusat Layanan Pekerja Migran . (wjtoday.com/yuga hasani)
yuga m hassani
Kamis, 5 Desember 2019 | 19:52 WIB
WJtoday, Bandung - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar berencanan membangu Gedung Pusat Layanan Pekerja Migran di Kawasan keuwi Panjang, Kota Bandung, awal 2020 mendatang.

"Kita akan membangun big data status pekerja migran asal Provinsi Jabar, salah satunya dengan sistem navigasi. Karena yang dikeluhkan saat ini adalah bukan hanya di Jabar saja, tetapi di Indonesia. Salah satunya adalah sistem navigasi. Jika ada yang berangkat ke luar negeri, itu seolah- olah sudah putus dengan kita. Sehingga pemerintah tidak mempunyai kontrol," ungkap Sekretaris Disnakertrans Jabar Agus Hanafiah pada acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Jalan Diponegoro KotaBandung, Kamis, (5/12/2019).

Agus menyebutkan, dengan adanya sistem navigasi tersebut Disnakertrans terus memantau sampai sistem tracking di luar negeri bahkan sampai ke purnatugas. Kemudian bisa membangun big data secara komprehensif. 

Dengan demikian, data tidak hanya dimiliki secara parsial oleh dinas tenaga kerja, tetapi ada data juga dari instansi lain yang terkait, seperti dari Dinas KUK, dari Dinas Indag, dan data dari dinas lain.

"Sehingga bisa satu data, dan itu bisa jadi bahan kebijakan Bapak Gubernur Jabar. Itu letaknya di Leuwipanjang, dekat Terminal Leuwipanjang (dulu Gedung Balai Latihan Tenaga Kerja Luar Negeri/BLTKLN)," katanya.

Menurut Agus, dengan adanya Gedung Jabar Migrant Service Center semua bisa terpusat. Mulai dari pelayanan imigrasi, perizinan, dan sampai pembuatan paspor bisa dilakukan.


Kata dia, akan diberikan layanan kepada pekerja migran dimulai dari prarekrutmen sejak SMA/SMK. Di dalam prarekrutmen, akan dilakukan penelusuran minat bakat para calon pekerja migran.

"Apabila mereka ingin menjadi pekerja migran, nanti diberikan sosialisasi, kemudian dilakukan perekrutan, pelatihan, sampai penempatan di negara tujuan. Kalau mereka selesai kontrak, kembali lagi ke Indonesia itu menjadi dalam sebuah navigasi Pemprov Jabar," paparnya.

Pihaknya memastikan, sistem pada program ini bakal menjadikan para pekerja migran asal Jabar semakin mendapat perlindungan.

Terlebih, menurutnya, selama ini banyak pekerja migran di Indonesia, termasuk dari Jawa Barat kurang mendapat perlindungan karena kurangnya data-data. ***

ymh / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya