backgroud
logo

Buletin

 

Ridwan Kamil: Aplikasi 'Sapawarga' Bisa Jadi Penangkal Hoaks

Ridwan Kamil: Aplikasi 'Sapawarga' Bisa Jadi Penangkal Hoaks

 
Ridwan Kamil: Aplikasi 'Sapawarga'  Bisa Jadi Penangkal Hoaks
Ridwan Kamil: Aplikasi 'Sapa Warga' Bisa Jadi Penangkal Hoaks. (wjtoday.com/yuga hasani)
yuga m hassani
Jumat, 6 Desember 2019 | 18:38 WIB
WJtoday, Bandung - Pemprov Jabar membuat suatu gebrakan dengan membuat aplikasi 'SapaWarga'. Aplikasi tersebut dibuat atas kerjasama Diskominfo Jabar dan Paragon.

"Hari ini suatu lompatan transformasi digital jabar dilakukan, dengan merilis aplikasi sapa warga yang hadir pada puluhan ribu ketua RW. Ketua RW tersebut kita berikan pinjam pakai yang didalamnya ada aplikasi sapa warga," ujar Gubernur Jabar Ridwan Kamil,saat ditemui di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Jumat (6/12/2019).

Menurut Emil, aplikasi sapa warga bisa memudahkan proses komunikasi jika ada masalah kepada Pemprov. Aplikasi tersebut bisa digunakan jika masyarakat mau mengusulkan kepada Pemprov, maupun sebaliknya.

"Aplikasi sapa warga juga bisa menjadi alat untuk memberantas hoax. Jadi nanti ada instrumen Jabar Cyber Hoax menggunakan aplikasi tersebut untuk menyampaikan jika ada berita hoax, dan jangan disebar luaskan," katanya.

Ia menambahkan aplikasi tersebut bisa menjadi salah satu proteksi dalam melindungi sirkulasi informasi yang berkualitas di masyarakat Jabar.

"Ini masih tahap satu dengan hanya dilakukan oleh RW dan Pemprov Jabar, keduanya pada tahun depan warga bisa mendownload dan berinteraksi langsung dengan RW nya dengan aplikasi ini," paparnya.

Kata dia, keunggulannya sendiri sama seperti sosial media yang intinya bisa merekam jejak komunikasi. Itu terlihat jika ada usulan yang sudah berhasil, atau yang masih berproses.

Kepala Diskominfo Jabar Setiaji mengatakan, beberapa aplikasi yang lain pun bisa dikerjasamakan denga  aplikasi sapa warga. Kemudian jika ada kota atau kabupaten yang memiliki aplikasi lainnya bisa diinvestasikan bersama. 

"Sebanyak 10 RW dengan jumlah 53 ribu yang ada di kabupaten/kota mendapatkan smartphone yang didalamnya ada aplikasi Sapawarga. Anggaran yang dikeluarkan sendiri masing-masing sebanyak Rp1.300.000, dan jika dijumlahkan semuanya mencapai Rp6 miliar," paparnya. ***

ymh / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya